My Great Web page

Kamis, 26 April 2012

:)

Baik,
Baik-baik sajakah?
Harus selalu baik dan memperbaiki, bukan?
Ohya, sepertinya aku harus mulai mengikuti caramu ber-selftalking
Lumayan juga ternyata efeknya

Aku lihat kau mempunyai cara baru untuk membaikan hati,
Jelas aku orang pertama yang ingin tahu banyak
Akupun orang pertama yang berharap ini benar-benar akan membaikan
Bukan hanya untukmu, juga untukku dan mungkin untuk kita

Ternyata banyak cara untuk menyayangimu,

Iya, menyayangimu dalam bentuk yang lain..



Minggu, 16 Oktober 2011

Tuhan, izinkan aku pacaran!













Apa yang kalian fikirkan ketika melihat sampul buku di atas?

****************************************************************************************************************

aaaaaaaaa~ aku fikir mana mungkin kita minta izin permisi buat pacaran.. wong kasarnya gausah nanya atau minta izinpun jelas ga boleh.. blunder kan ini blunder namanya. hahaha. Tapi ujung-ujungnya tetep aja dibaca.. yaitu tadi, karena judulnya mengundang untuk dibaca (ketauan banget yg maksa untuk diizininnya. hahaha)

Ohya, ini buku punya temenku.. dan diapun salah mengartikan judul buku ini, haha. Lagi-lagi judulnya mengundang untuk di gunjingkan. Dia menuliskan kalimat ini di halaman depan,
"Maka Tuhan izinkalnlah kami pacaran.." (loh?!)

Ini pengakuan dosa (lagi)
Dibilang bagus, buku ini ga terlalu menarik ketika mulai membaca bab awal.
Dibilang jelek, justru ini wajib dibaca.
Ah, ko yang gini dibahs sih ye..

Ada satu pernyataan penulis yang.. mmmmm.. mmmm..


"... kita buat umpama bahwa ia sedang berjalan ke tepi jurang yang ia sendiri mengetahui dan sadar bahwa ia sedang berjalan ke tepian ujung jurang itu."


Apa yang kalian fikirkan mengenai kalimat tadi? aaa semoga tidak merasa miris sepertiku :(


dan penulis itu kembali menjawab,

"Ini mungkin lebih tidak perlu kita bahas. Mempedulikan orang bodoh sama saja bodoh."






lalu, setelah membacanya, apa yang kamu fikirkan Ye?


Minggu, 09 Oktober 2011

4 bulan lamanya aku meninggalkanmu, Blog..

Pagi ini, setelah 4 bulan lamanya membiarkan kau begitu saja..

Mohon maaf, karena terlalu banyak alasan mengapa aku membiarkanmu terkapar seperti sekarang ini. Waktuku tak banyak untuk membukamu bahkan untuk menuliskan sesuatu, yah padahal ide dan keinginan berlomba-lomba ingin dituangkan. Dan kau harus tau, betapa sulitnya aku menemukan jaringan untuk bebas mengetik seperti sekarang. Tapi sayang, ketika aku mendapatkannya justru tak ada ide dan keinginan yang keluar. Ah! Masih mau mendengar beberapa alasanku lagi? Sebentar... aku mengingat-ngingat dulu apa yang kulakukan 4 bulan kebelakang....

Oh ya! yang aku ingat bulan Ramadhan.. satu bulan itu --------- (sulit di ungkapkan kata-kata) entah dengan alasan kuat apa aku memutuskan untuk mengikuti Semester Padat, Semester Pendek. Yang jelas, ga pernah kebayang untuk menganggur 2 bulan, jadi diputuskanlah untuk mengikuti SP. Dan ternyata....... itu adalah SEMESTER PENYIKSAAN!! AAAAAAAAAA~ (kenapa harus di Caps Lock?) 3 mata kuliah dengan bobot 7 sks berhasil membuat rambut tambah rontok, jerawat semakin menjadi dan badan sakit-sakitan. Entah efek terlalu banyak mengeluh atau imbalan yang setimpal.. ketiga mata kuliah bernilai B :( (kenapa harus sedih? heyyyy ini UPI, nilai B itu termasuk jelek di kalangan teman-teman)

Satu bulanpun berakhir dengan keluhan bertubi-tubi, mengeluh karena kesibukan aku gagal hatam Quran, jarang solat sunnah, bla bla blaaaaa. Astagfirullah :"( Ada yang bilang, jika waktu terasa amat cepat berlalu bisa jadi kau adalah orang yang merugi.. yah, mungkin aku merasakannya. AAAA TIDAAAAK!!

Hey, kalian tau? bulan ini benar-benar hebat. Dibalik setumpuk keluhan yang tak pernah ada ujungnya ternyata terlalu banyak pula segala macam kebahagiaan yang dirasa. Pada bulan ini, betapa bahagianya aku menemukan teman seperjuangan (benar-benar seperjuangan) Aini dan Ratih.. Uwi, teh Pusti dan banyak lagi. Aaaaah~ mereka luar biasa, Ratih yang dengan kesederhanaannya selalu membuat aku malu akan betapa lemah dan kecilnya aku di banding dengannya yang diam tapi bergerak cepat. Aini yang riweuh, cengeng, tapi selalu membuat aku merasa ada.. Allah yang akan membalas kebaikan kalian semua ukhti, :')

Ramadhan kali ini adalah ramadhan pertama berbeda Idul Fitri dengan Bapa Ibu dan keluarga. Betapa takut dan gamangnya aku.. hahaha yah bayangkanlah, aku memulainya dengan tidak tau apa-apa, lalu menjadi tau yang seharusnya, tapi sulit untuk melaksanakannya.. dan aku seorang diri..

Yah, lagi-lagi Sutradara hebat selalu memberi banyak kebahagiaan di tiap gelisah.. Lebaran tahun ini, banyaaaaaaaak (> 50 orang) sekali saudara yang berkumpul di rumah. Kalau kalian tau yah, rumahku itu semacam persegi yang jelas hanya layak huni beberapa orang saja, tapi lagi-lagi kebahagiaan muncul di sela-sela kesempitan rumahku.

ini Gila! satu bulan yang akan selalu di nanti setiap muslim.. Please, kasih aku Ramadhan selanjutnya yah? Semoga aku bisa membalas kebahagiaan yang Kau beri dengan ketaatanku..

Terimakasih, Gusti.....